Jumat, 20 Desember 2013

LABORATORIUM GEOSPASIAL





LABORATORIUM GEOSPASIAL

           Laboratorium Geospasial dibangun tahun 2006 oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) yang dulunya dikenal dengan nama Bakosurtanal, bekerja sama dengan Fakultas Geografi UGM dan Pemda Bantul. Tugas utamanya adalah melakukan riset yang berhubungan dengan segala sesuatu tentang kepesisiran. Diantaranya tentang gumuk pasir yang membentang luas di pesisir pantai desa Parangtritis dan merupakan satu fonomena alam yang unik, peta potensi ikan bagi nelayan dan pembuatan basis data spasial. 
Isi dalam Laboratorium Geospasial adalah yang pertama tentang jenis-jenis pasir  serta macam-macam gumuk pasir , macam-macam batu ,gambar penjelasan terjadinya gumuk pasir serta alat yang mendukung sebagai fasilitas laboratorium geospasial yang menggambarkan suasana alam yang ada dalam penemuan sekitar pesisir panati .
Tiga bangungan utama yang ada di sana, mencoba menggambarkan proses terjadinya gumuk pasir itu sendiri. Bangunan berbentuk piramid menggambarkan gunung merapi yang sering erupsi dan menghasilkan pasir. Pasir dari gunung merapi tersebut mengalir ke laut melalui kali Opak, yang digambarkan dengan bangunan lorong pengetahuan. Sedangkan museum pasir, bebatuan dan karang laut, menggambarkan gumuk pasir yang ada di Parangtritis. Pasir yang terbawa ke laut dihempas kembali ke tepian oleh gelombang laut dan setelah kering tertiup oleh angin tenggara yang cukup kuat sehingga terbentuklah gumuk pasir itu. semua pasir pantai yang berwarna hitam berasal dari gunung berapi. Sedangkan pasir pantai yang berwarna putih terjadi dari penghancuran karang laut oleh biota laut itu sendiri, Keberadaan gumuk pasir yang membentang di 4 pedukuhan : depok, Grogol dan Mancingan, gumuk pasir ada manfaatnya selain sebagai objek wisata dan objek penelitian, gumuk pasir tersebut berfungsi juga sebagai penahan tsunami dan filter air laut yang merembes ke darat, Menyempitnya lahan gumuk pasir menurut mereka berdua disebabkan adanya pendirian bangunan dan tumbuhnya pepohonan seperti mete dan cemara udang yang menghambat tertiupnya pasir oleh angin tenggara. Tipe gumuk pasir yang ada di Parangtritis adalah gumuk pasir barcan yang cenderung berbentuk cembung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar