KETERAMPILAN BERBICARA
Keterampilan berbicara secara garis besar ada tiga jenis
situasi berbicara, yaitu interaktif, semiaktif, dan noninteraktif.
Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap muka dan
berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya pergantuan anatara berbicara
dan mendengarkan, dan juga memungkinkan kita meminta klarifikasi, pengulangan
atau kiat dapat memintal lawan berbicara, memperlambat tempo bicara dari lawan
bicara. Kemudian ada pula situasi berbicara yang semiaktif, misalnya dalam
berpidato di hadapan umum secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang
tidak dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat
melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa
situasi berbicara dapat dikatakan bersifat noninteraktif, misalnya berpidato
melalui radio atau televisi.
Berikut ini beberapa keterampilan mikro yang harus dimiliki
dalam berbicara, dimana permbicara harus dapat;
- Mengucapkan
bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar dapat
membedakannya.
- Menggunakan
tekanan dan nada serta intonasu secara jelas dan tepat sehingga pendengar
daoat memahami apa yang diucapkan pembicara.
- Menggunakan
bentuk-bentuk kata, urutan kata, serta pilihan kata yang tepat.
- Menggunakan
register aau ragam bahasa yang sesuai terhadap situasi komunikasi termasuk
sesuai ditinjau dari hubungan antar pembicara dan pendengar.
- Berupaya
agar kalimat-kalimat utama jelas bagi pendengar.
SUMBER :
http://www.sarjanaku.com/2011/08/keterampilan-berbahasa.html (
diunduh tanggal 03 desember 2013 jam
20:23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar