Selasa, 31 Desember 2013

Resep Kue Tart Coklat Kukus



Resep Kue Tart Coklat Kukus

Bahan :
  • 8 butir kuning telur
  • 5 butir putih telur
  • 200 gram gula halus
  • ¼ sendok teh garam
  • 1 sendok makan cake emulsifier

Bahan yang diayak jadi satu :
  • 125 gram mentega
  • 20 gram tepung maizena
  • 25 gram cokelat bubuk
  • 1 sendok teh baking powder

Bahan dicairkan (oven) :
  • 125 gram mentega
  • 100 gram cokelat masak
  • 1 sendok makan coklat pasta

Hiasan :
  • Krim mentega secukupnya
  • Cokelat masak secukupnya ditim hingga mencair

Cara Membuat Kue Tart Coklat Kukus :
  1. Kocok telur, gula, garam, cake emulsifier hingga mengembang selama 10 menit
  2. Masukkan campuran tepung, kocok hingga tercampur rata, sebentar saja
  3. Masukkan campuran mentega cair aduk rata
  4. Tuang adonan ke dalam kertas cup cake lalu kukus hingga matang selama kurang lebih 20 menit
  5. Angkat dan biarkan kue dingin. Semprotkan permukaan kue dengan krim. Siram dengan cokelat cair secara acak.
Sumber : http://www.resepids.com/2013/09/resep-kue-tart-coklat-kukus-enak-mudah.html diakses tanggal 31 Desember 2014 Pukul 13:14

Artikel Ku



Profil Tokoh

“Pendidikan dasar merupakan tonggak bagaimana sikap peserta didik di masa yang akan datang. Saya memilih mengajar di sekolah dasar karena pendidikan dasar mempunyai “esensi” sebagai “paspor” bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan dirinya di masa depan.” Itulah kata beliau.
Beliau adalah ibu Yuli Warsini AMa. Pd. Beliau mulai mengajar pada 1 Februari 1978. “Ajarkan walau hanya satu kata”, kalimat tersebut  sangat membekas di hati beliau dan dengan kalimat itulah beliau memilih untuk menjadi seorang pendidik khususnya sebagai guru sekolah dasar.
Menurut beliau, untuk menjadi guru yang baik apalagi dalam hal penyampaian materi agar dengan mudah bisa diterima oleh peserta didik, seorang guru harus memiliki beberapa hal, seperti niat, sifat jujur, adil, jiwa humor yang sehat, dapat menjadi model dalam pembelajaran, dapat melakukan komunikasi aktif, dan menjalin keakraban dengan siswa. Dalam proses belajar-mengajar, Ibu Yuli selalu berusaha dekat dengan siswa agar siswa mau terbuka sehingga komunikasi dan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode penyampaian materi, diantaranya; menyampaikan SK dan KD  yang akan dicapai, teknik berbicara, eye contact, karena secara psikologi, siswa akan merasa mendapat perhatian dan lebih merasa dihargai jika guru melakukan kontak mata, pratikum, dan memberi pujian sederhana untuk siswa yang berani berekspresi.
Setelah sekian lama mengajar, Ibu Yuli mempunyai banyak pengalaman baik suka maupun duka. “Guru, kalau orang Jawa bilang, “digugu lan ditiru”, maka tugas seorang guru sebenarnya sangat berat karena manjadi sorotan masyarakat, bertindak salah sedikit akan mempunyai efek yang besar. Sukanya menjadi guru yang paling bermanfaat adalah dapat menularkan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, bercanda dengan anak-anak merupakan hiburan tersendiri, dapat menggali banyak informasi dari lingkungan yang dapat digunakan sebagai pembelajaran hidup, dan pastinya bikin awet muda. Dukanya, merasa bersalah jika tidak bisa memberikan  contoh kepada siswa dan melihat siswa tidak berhasil dalam belajar. Karena hal yang paling membanggakan dan memuaskan adalah ketika melihat anak bisa berhasil dan sukses,” begitu tutur beliau. (Riski Utami)

Senin, 30 Desember 2013

Memperingati Hari Guru



Memperingati Hari Guru

Tak seorangpun yang bisa melupakan gurunya, karena guru itu berjasa mengubah gaya hidup ‘muridnya’. Gurulah yang membuat kita seperti sekarang. Pemerintah menyadari hal ini maka dibuat UU, PP, Permen sampai Perdirjen untuk ‘mengawal’ guru dalam menjalankan tugasnya. Bukan hanya itu, UUD mewajibkan 20% APBN harus dialokasikan untuk pendidikan, sekaligus menggelontorkan dana yang besar untuk sertifikasi guru. Mulai saat itulah guru mulai ‘tersenyum’. Sudah banyak negara ini ‘berkorban’ untuk ‘kebahagiaan’ guru. Apakah kita sudah menyadarinya?
Guru… guru merupakan ’tokoh kunci’ dalam menghidupkan proses pembelajaran untuk membelajarkan siswa. Proses ini tentu saja tidak terjadi begitu saja. Kita akan bisa berkomunikasi efektif apabila memiliki kompetensi pragmatik. Pragmatik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana menggunakan bahasa untuk berkomunikasi (Yule, 1996). Ilmu ini membekali para guru untuk ’piawai’ menyampaikan pesan (baca-materi pembelajaran) yang bermakna bagi siswa. Bermakna berarti tuturan guru bisa langsung dicerna siswa sebagai ’bahan baku’ siswa untuk berfikir, karena mengajak siswa berfikir merupakan inti dari proses pembelajaran. Sebuah riset menunjukkan bahwa 90% kontribusi kualitas pendidikan berasal dari kualitas guru, metode belajar yag tepat, dan buku sebagi gerbang imu pengetahuan
Guru…, begitu banyak individu, instansi, organisasi, birokrasi yang mempunyai kewenangan mengurus guru: mulai dari pengawas, kasi, kabid, kepala dinas, kepala kantor kota kabupaten dan propinsi, direktur jenderal, direktur pembinaan, kepala badan, kepala pusat, BSNP, LPMP, Dewan Pendidikan, PGRI,  dll. Pihak-pihak ini ‘berlomba-lomba’ mengurus kita. Tapi, yang diperlukan ‘hanya’ satu: ‘orang’ yang datang ke kelas dan berkata kepada guru: “Bukan begitu cara mengajar, cara mengajar yang baik itu seperti saya mengajar, coba lihat saya mengajar”. Bukan hanya ‘melihat’ daftar hadir, RPP, silabus, dsb.
Guru…, sudah berapa biaya yang sudah dihabiskan pemerintah ‘hanya’ untuk ‘mengajak’ guru untuk mendengar ceramah dalam acara, diklat, workshop, penataran, sosialisasi, pertemuan, seminar tentang guru. Yang dibawa guru pulang hanya kebosanan, kejenuhan karena yang dibicarakan (bukan yang didiskusikan) hanya teori belaka yang tidak real di lapangan. Yang diinginkan guru hanya satu: ‘bagaimana membelajarkan siswa’, bukan teori kurikulum, teori mengajar, apa lagi teori ‘menyalahkan guru’.
Guru…, sekolah disebagian daerah sedang ‘mempercantik diri’ dengan menambah bangunan baru, memrenovasi, menukar atap, mengecat dinding, memasang keramik bahkan ada yang ‘memperbesar’ tiang. Tapi yang diperlukan guru sebenarnya bukan bangunan fisik seperti itu, kami hanya perlu disiapkan media pembelajaran: buku, satu buku satu siswa, kalau bisa satu laptop, satu siswa, koneksi internet, dan software pembelajaran, dll. Untuk apa gedung megah, tapi siswa yang belajar dalam gedung tidak merasa mereka belajar. Laku perubahan sistem pembelajaran ke sistem pembelajaran yang berbasis ICT.
Guru… jadikan Soft power sebagai basis pengembangan pendidikan. Soft power itu kreasi guru dalam memberdayakan kearifan lokal, pemikiran-pemikiran cemerlang dalam rangka “menjadikan peserta didik sebagai subyek yang mengikuti learning process yang bebas dan kreatif…” (Sujana, et. al, 2007: 6). Bagi penentu kebijakan, jadikan soft power guru dalam mengambil kebijakan bukan berdasarkan’kedekatan emosional’.
Guru… peningkatkan mutu pendidikan ‘hanya’ dapat dilakukan dengan mengaplikasikan empat teknik yaitu: 1) School review: seluruh komponen sekolah bekerja sama khususnya dengan orang tua dan tenaga profesional untuk mengevaluasi dan menilai efektivitas sekolah serta mutu lulusan; 2). Benchmarking: membuat skala prioritas dalam menyusun program dalam suatu periode tertentu; 3). Quality assurance: reward dan punishment bagi kinerja komponen sekolah; 4). Quality control: sistem untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan kualitas output yang tidak sesuai dengan standar. (Depdiknas, 1998: 180). Bukan dengan membuat aturan untuk ‘menakuti’ guru untuk berada disekolah dari jam 07.00-14.30.
Guru, idealnya guru itu seorang pemikir bukan orang yang difikir. Berdasarkan hasil pemikirannya, hasil analisisnya dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan strategis dalam tugasnya dan diperkaya dengan masukan dan kritikan dari berbagai pihak (kolega, pihak sekolah, pengambil kebijakan, dsb). Karena diyakini bahwa dalam hal hal tertentu, guru itulah yang paling memahami kultur belajar siswa. Ide ide cemerlang dari pihak lain mungkin kelihatan prospektif tetapi belum tentu cocok dengan kultur siswa yang dia ajarkan. Untuk itu, sudah saatnya para guru untuk mengubah paradigma berpikir dalam proses pembelajaran dari seorang ‘follower’ (pengikut setia) ke seorang inovator, dari orang yang dipikirkan menjadi seorang pemikir.
Guru… pastilah kita bertemu dengan situasi berikut: (1) siswa tidak betah di dalam kelas, (2) siswa menjadi ‘pedengar setia’ dalam interaksi kelas, (3) siswa tidak berminat untuk berpartisipasi, (4) siswa membuat ‘keonaran’ dalam proses pembelajaran, (5) siswa mengganggu temannya, (6) siswa malas ke sekolah, (7) siswa ‘menyibukkan diri’ dalam kegiatan ekstra dan ‘melemaskan diri dalam kegiatan intra (baca- belajar), (8) penampilan siswa tidak bergairah, sering ‘mual dan pusing-pusing’ kalau mau belajar, (9) ‘kegirangan’ kalau diumumkan libur dan ‘kesal’ kalau diminta belajar, dsb. Mari kita ‘basmi’ kondisi ini.
Guru…, jika dokter salah memberi obat, maka hanya satu pasien yang menanggung resiko, mungkin pasien itu mati. Tetapi jika kita salah mendidik, maka yang mati bukan hanya akal tetapi hati dan jiwa siswa sekaligus mematikan masa depannya dan masa depan bangsa. Maka, jangan main-main dalam mendidik anak bangsa! Selamat Hari Guru!

Sabtu, 28 Desember 2013

Artikel Ku





MANFAAT  BUAH  TOMAT 

Tomat adalah salah satu jenis tumbuh-tumbuhan yang mudah dibudidayakan. Penanaman pohon tomat sangat mudah.
Warna buah tomat ada yang hijau tapi kebanyakan berwarna merah dan oren.
Buah tomat banyak sekali kandungan vitamin dan nutrisi , sehingga sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Rasa buah tomat asam tapi terasa menyegarkan .
Cara mengkonsumsi buah tomat , setelah di cuci bersih bias langsung di makan.
Buah tomat lebih bagus lagi kalau dibuat jus , sehingga kandungan nutrisinya  terutama bijinya tidak hilang.
Buah tomat banyak sekali khasiatnya bagi kesehatan . Sebab kandungan nutrisinya dalam buah tomat kaya akan vitamin A , B, dan C , serta kandungan betacarotene yang tinggi berperan membersihkan zat radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita .
Kandungan vitamin A bagus untuk mata, gigi, kulit, tulang dan juga bagis untuk menjaga rambut kita agar tetap kuat dan sehat.
Kandungan Lycopene dalam buah tomat dapat mengurangi resiko kanker perut dan kanker kolektal (usus besar). Lycopene sebagai antioksidan alami yang memebantu menghentikan pertumbuhan sel kanker.
Kandungan kalium dan vitamin B yang dimiliki buah tomat dpat menurunkan tekanan darah dan tingkat kolestrol tinggi.
Untuk itu kita harus mengkonsumsi buah tomat karena buah tomat mempunyai kaya akan vitamin dan kaya akan manfaat bagi tubuh kita.